Pertumbuhan vegetasi pada lereng di Ruas Jalan Ende – Wolowaru dilakukan menggunakan teknik taplok, dengan penanaman vegetasi pada permukaan lereng yang telah dilapisi geomat. Teknik ini memungkinkan bibit ditanam pada titik-titik tertentu sehingga pertumbuhannya dapat berkembang secara bertahap di sepanjang permukaan lereng.
Seiring berjalannya waktu, bibit yang ditanam mulai tumbuh dan membentuk tutupan vegetasi yang semakin luas. Tanaman yang awalnya masih berukuran kecil kemudian berkembang menjadi lebih rimbun, menciptakan hamparan hijau yang membuat permukaan lereng terlihat lebih alami dan menyatu dengan lingkungan di sekitarnya.

Pertumbuhan vegetasi juga memberikan manfaat bagi kondisi lereng. Akar tanaman membantu mengikat dan memperkuat lapisan tanah, sementara tutupan tanaman pada permukaan lereng dapat membantu mengurangi dampak langsung air hujan terhadap tanah dan menekan potensi terjadinya erosi.
Selain itu, vegetasi yang semakin berkembang dapat membantu menjaga kelembapan tanah dan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi pertumbuhan tanaman lainnya. Dalam jangka panjang, terbentuknya tutupan vegetasi yang lebih rapat juga memberikan nilai estetika sekaligus mendukung proses penghijauan pada area sekitar jalan.
Dengan pertumbuhan yang berlangsung secara bertahap, penerapan teknik taplok pada lereng di Ruas Jalan Ende – Wolowaru menghasilkan permukaan yang semakin hijau dan alami, sekaligus mendukung terciptanya lereng yang lebih terlindungi dan terintegrasi dengan lingkungan sekitar.