{"id":3979,"date":"2025-11-27T08:26:51","date_gmt":"2025-11-27T08:26:51","guid":{"rendered":"https:\/\/geolexa.com\/?p=3979"},"modified":"2025-11-27T08:26:53","modified_gmt":"2025-11-27T08:26:53","slug":"pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/","title":{"rendered":"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh"},"content":{"rendered":"<p>Pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya bertujuan menyediakan air baku dan mendukung irigasi, tetapi juga memperhatikan pemulihan lingkungan di sekitar area proyek. Setelah kegiatan konstruksi dilakukan, sejumlah lereng menjadi terbuka dan rawan erosi. Untuk mencegah kerusakan tanah lebih lanjut, dilakukan program penghijauan yang dirancang khusus sesuai kondisi lahan kering di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1040\" height=\"780\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-1-edited.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3981\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-1-edited.jpeg 1040w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-1-edited-300x225.jpeg 300w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-1-edited-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-1-edited-768x576.jpeg 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-1-edited-16x12.jpeg 16w\" sizes=\"(max-width: 1040px) 100vw, 1040px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Salah satu teknik yang digunakan adalah pemasangan\u00a0<strong>cocomesh<\/strong>, yaitu jaring dari serat kelapa yang dipasang pada lereng-lereng kritis. Cocomesh berfungsi menahan tanah agar tidak mudah longsor atau terbawa air saat hujan turun. Jaring ini mengikuti kontur lereng dan dipasang menggunakan pasak sehingga dapat menempel kuat pada permukaan tanah. Setelah terpasang, area tersebut kemudian ditanami vegetasi lokal melalui celah-celah jaring, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan dukungan lapisan serat kelapa di bawahnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1035\" height=\"776\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-2-edited.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3983\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-2-edited.jpeg 1035w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-2-edited-300x225.jpeg 300w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-2-edited-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-2-edited-768x576.jpeg 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.40-2-edited-16x12.jpeg 16w\" sizes=\"(max-width: 1035px) 100vw, 1035px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Cocomesh memberikan beberapa manfaat penting, mulai dari mengurangi erosi, menjaga kelembapan permukaan tanah, hingga membantu bibit tanaman bertahan pada musim kering. Karena berbahan alami, cocomesh juga akan terurai secara perlahan dan memberikan nutrisi tambahan bagi tanah. Seiring waktu, akar tanaman yang tumbuh akan memperkuat lereng secara permanen, menjadikan kawasan lebih hijau dan stabil.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"770\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1024x770.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3984\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1024x770.jpeg 1024w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-300x226.jpeg 300w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-768x578.jpeg 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-16x12.jpeg 16w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Penghijauan dengan cocomesh di Bendungan Mbay menjadi contoh penerapan metode konservasi sederhana namun efektif. Langkah ini membantu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar bendungan, sekaligus mendukung keberlanjutan fungsi infrastruktur yang dibangun bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya bertujuan menyediakan air baku dan mendukung irigasi, tetapi juga memperhatikan pemulihan lingkungan di sekitar area proyek. Setelah kegiatan konstruksi dilakukan, sejumlah lereng menjadi terbuka dan rawan erosi. Untuk mencegah kerusakan tanah lebih lanjut, dilakukan program penghijauan yang dirancang khusus sesuai kondisi lahan kering di wilayah tersebut. Salah satu teknik yang digunakan adalah pemasangan\u00a0cocomesh, yaitu jaring dari serat kelapa yang dipasang pada lereng-lereng kritis. Cocomesh berfungsi menahan tanah agar tidak mudah longsor atau terbawa air saat hujan turun. Jaring ini mengikuti kontur lereng dan dipasang menggunakan pasak sehingga dapat menempel kuat pada permukaan tanah. Setelah terpasang, area tersebut kemudian ditanami vegetasi lokal melalui celah-celah jaring, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan dukungan lapisan serat kelapa di bawahnya. Cocomesh memberikan beberapa manfaat penting, mulai dari mengurangi erosi, menjaga kelembapan permukaan tanah, hingga membantu bibit tanaman bertahan pada musim kering. Karena berbahan alami, cocomesh juga akan terurai secara perlahan dan memberikan nutrisi tambahan bagi tanah. Seiring waktu, akar tanaman yang tumbuh akan memperkuat lereng secara permanen, menjadikan kawasan lebih hijau dan stabil. Penghijauan dengan cocomesh di Bendungan Mbay menjadi contoh penerapan metode konservasi sederhana namun efektif. Langkah ini membantu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar bendungan, sekaligus mendukung keberlanjutan fungsi infrastruktur yang dibangun bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":3985,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[21,1],"tags":[37,12,11],"class_list":["post-3979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cocomesh","category-post","tag-cocomesh-2","tag-jasakontraktor","tag-kontraktor"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh - Geolexa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh - Geolexa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya bertujuan menyediakan air baku dan mendukung irigasi, tetapi juga memperhatikan pemulihan lingkungan di sekitar area proyek. Setelah kegiatan konstruksi dilakukan, sejumlah lereng menjadi terbuka dan rawan erosi. Untuk mencegah kerusakan tanah lebih lanjut, dilakukan program penghijauan yang dirancang khusus sesuai kondisi lahan kering di wilayah tersebut. Salah satu teknik yang digunakan adalah pemasangan\u00a0cocomesh, yaitu jaring dari serat kelapa yang dipasang pada lereng-lereng kritis. Cocomesh berfungsi menahan tanah agar tidak mudah longsor atau terbawa air saat hujan turun. Jaring ini mengikuti kontur lereng dan dipasang menggunakan pasak sehingga dapat menempel kuat pada permukaan tanah. Setelah terpasang, area tersebut kemudian ditanami vegetasi lokal melalui celah-celah jaring, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan dukungan lapisan serat kelapa di bawahnya. Cocomesh memberikan beberapa manfaat penting, mulai dari mengurangi erosi, menjaga kelembapan permukaan tanah, hingga membantu bibit tanaman bertahan pada musim kering. Karena berbahan alami, cocomesh juga akan terurai secara perlahan dan memberikan nutrisi tambahan bagi tanah. Seiring waktu, akar tanaman yang tumbuh akan memperkuat lereng secara permanen, menjadikan kawasan lebih hijau dan stabil. Penghijauan dengan cocomesh di Bendungan Mbay menjadi contoh penerapan metode konservasi sederhana namun efektif. Langkah ini membantu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar bendungan, sekaligus mendukung keberlanjutan fungsi infrastruktur yang dibangun bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Geolexa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-27T08:26:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-27T08:26:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1040\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin admin\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f\"},\"headline\":\"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh\",\"datePublished\":\"2025-11-27T08:26:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-27T08:26:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/\"},\"wordCount\":223,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg\",\"keywords\":[\"#cocomesh\",\"#jasakontraktor\",\"#kontraktor\"],\"articleSection\":[\"Cocomesh\",\"Post\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/\",\"name\":\"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh - Geolexa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-11-27T08:26:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-27T08:26:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg\",\"width\":1040,\"height\":780},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/geolexa.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/\",\"name\":\"https:\/\/geolexa.com\/\",\"description\":\"Your Trusted Partner in Geotechnical Solution\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/geolexa.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#organization\",\"name\":\"PT. Geolexa Acuan Sejahtera\",\"alternateName\":\"Geolexa\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png\",\"width\":261,\"height\":78,\"caption\":\"PT. Geolexa Acuan Sejahtera\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f\",\"name\":\"admin admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin admin\"},\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/id\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh - Geolexa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh - Geolexa","og_description":"Pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya bertujuan menyediakan air baku dan mendukung irigasi, tetapi juga memperhatikan pemulihan lingkungan di sekitar area proyek. Setelah kegiatan konstruksi dilakukan, sejumlah lereng menjadi terbuka dan rawan erosi. Untuk mencegah kerusakan tanah lebih lanjut, dilakukan program penghijauan yang dirancang khusus sesuai kondisi lahan kering di wilayah tersebut. Salah satu teknik yang digunakan adalah pemasangan\u00a0cocomesh, yaitu jaring dari serat kelapa yang dipasang pada lereng-lereng kritis. Cocomesh berfungsi menahan tanah agar tidak mudah longsor atau terbawa air saat hujan turun. Jaring ini mengikuti kontur lereng dan dipasang menggunakan pasak sehingga dapat menempel kuat pada permukaan tanah. Setelah terpasang, area tersebut kemudian ditanami vegetasi lokal melalui celah-celah jaring, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan dukungan lapisan serat kelapa di bawahnya. Cocomesh memberikan beberapa manfaat penting, mulai dari mengurangi erosi, menjaga kelembapan permukaan tanah, hingga membantu bibit tanaman bertahan pada musim kering. Karena berbahan alami, cocomesh juga akan terurai secara perlahan dan memberikan nutrisi tambahan bagi tanah. Seiring waktu, akar tanaman yang tumbuh akan memperkuat lereng secara permanen, menjadikan kawasan lebih hijau dan stabil. Penghijauan dengan cocomesh di Bendungan Mbay menjadi contoh penerapan metode konservasi sederhana namun efektif. Langkah ini membantu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar bendungan, sekaligus mendukung keberlanjutan fungsi infrastruktur yang dibangun bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.","og_url":"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/","og_site_name":"Geolexa","article_published_time":"2025-11-27T08:26:51+00:00","article_modified_time":"2025-11-27T08:26:53+00:00","og_image":[{"width":1040,"height":780,"url":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin admin","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/"},"author":{"name":"admin admin","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f"},"headline":"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh","datePublished":"2025-11-27T08:26:51+00:00","dateModified":"2025-11-27T08:26:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/"},"wordCount":223,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg","keywords":["#cocomesh","#jasakontraktor","#kontraktor"],"articleSection":["Cocomesh","Post"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/","url":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/","name":"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh - Geolexa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg","datePublished":"2025-11-27T08:26:51+00:00","dateModified":"2025-11-27T08:26:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#primaryimage","url":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-20-at-12.53.41-1.jpeg","width":1040,"height":780},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/11\/pembangunan-lingkungan-bendungan-mbay-menguatkan-lereng-dengan-cocomesh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/geolexa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pembangunan Lingkungan Bendungan Mbay: Menguatkan Lereng dengan Cocomesh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#website","url":"https:\/\/geolexa.com\/","name":"https:\/\/geolexa.com\/","description":"Your Trusted Partner in Geotechnical Solution","publisher":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/geolexa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#organization","name":"PT. Geolexa Acuan Sejahtera","alternateName":"Geolexa","url":"https:\/\/geolexa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png","contentUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png","width":261,"height":78,"caption":"PT. Geolexa Acuan Sejahtera"},"image":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f","name":"admin admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin admin"},"url":"https:\/\/geolexa.com\/id\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3986,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3979\/revisions\/3986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}