{"id":3894,"date":"2025-09-01T06:31:16","date_gmt":"2025-09-01T06:31:16","guid":{"rendered":"https:\/\/geolexa.com\/?p=3894"},"modified":"2025-09-01T06:31:17","modified_gmt":"2025-09-01T06:31:17","slug":"pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/","title":{"rendered":"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng"},"content":{"rendered":"<p>Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A yang menghubungkan Karangjoang dengan KKT Kariangau sepanjang kurang lebih 9,3 kilometer menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Ibu Kota Nusantara. Jalan tol ini sangat penting karena memangkas waktu tempuh Balikpapan\u2013IKN dari sebelumnya dua hingga tiga jam menjadi hanya sekitar satu jam.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengingat fungsinya sebagai jalur strategis, kualitas konstruksi sekaligus keberlanjutan lingkungan di sepanjang ruas tol ini sangat diperhatikan. Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan jalan tol di wilayah perbukitan adalah potensi erosi pada lereng. Lereng hasil pemotongan tanah untuk badan jalan biasanya memiliki permukaan yang rentan longsor, apalagi dengan curah hujan tinggi di Kalimantan Timur.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.05-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3888\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.05-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.05-300x225.jpeg 300w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.05-768x576.jpeg 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.05-16x12.jpeg 16w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.05.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasi hal tersebut, digunakanlah geomat sebagai salah satu material geosintetik. Geomat berbentuk anyaman atau matras tiga dimensi yang ringan, berpori, dan dirancang untuk melindungi permukaan tanah. Fungsinya tidak sekadar menahan partikel tanah dari hempasan air hujan, tetapi juga memberikan media bagi benih tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Pada tahap awal setelah lereng selesai dibentuk, geomat bekerja sebagai lapisan pelindung. Air hujan yang jatuh tidak langsung menghantam tanah, sehingga mengurangi risiko pengikisan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3890\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-300x169.jpeg 300w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-768x432.jpeg 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-18x10.jpeg 18w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Seiring waktu, benih yang ditaburkan di atas geomat akan berkecambah dan akar tanaman mulai menembus jaring. Akar inilah yang kemudian berfungsi mengikat tanah dan berpadu dengan geomat membentuk lapisan pelindung yang lebih kokoh dan alami.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan geomat di lereng Jalan Tol IKN Seksi 3A memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari perspektif lingkungan. Dengan teknologi ini, lereng jalan dapat segera stabil tanpa harus menggunakan metode betonisasi yang kaku dan tidak ramah ekosistem.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"577\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1-1024x577.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3889\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1-1024x577.jpeg 1024w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1-768x433.jpeg 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1-1536x866.jpeg 1536w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1-18x10.jpeg 18w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.47.27-1.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Lereng yang ditutup dengan vegetasi hijau selain lebih kuat menahan erosi juga menghadirkan nilai estetika, sehingga perjalanan di jalan tol terasa lebih nyaman dan selaras dengan visi IKN sebagai kota yang mengedepankan konsep hijau dan berkelanjutan. Selain itu, penggunaan geomat juga menekan biaya perawatan jangka panjang karena vegetasi yang sudah tumbuh akan memperkuat tanah secara alami dan terus-menerus.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, pemanfaatan geomat pada lereng Jalan Tol IKN Seksi 3A dapat dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur modern dan pelestarian lingkungan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana inovasi geosintetik mampu menjawab tantangan alam, sekaligus mendukung pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.06-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3891\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.06-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.06-300x225.jpeg 300w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.06-768x576.jpeg 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.06-16x12.jpeg 16w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.44.06.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A yang menghubungkan Karangjoang dengan KKT Kariangau sepanjang kurang lebih 9,3 kilometer menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Ibu Kota Nusantara. Jalan tol ini sangat penting karena memangkas waktu tempuh Balikpapan\u2013IKN dari sebelumnya dua hingga tiga jam menjadi hanya sekitar satu jam. Mengingat fungsinya sebagai jalur strategis, kualitas konstruksi sekaligus keberlanjutan lingkungan di sepanjang ruas tol ini sangat diperhatikan. Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan jalan tol di wilayah perbukitan adalah potensi erosi pada lereng. Lereng hasil pemotongan tanah untuk badan jalan biasanya memiliki permukaan yang rentan longsor, apalagi dengan curah hujan tinggi di Kalimantan Timur. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakanlah geomat sebagai salah satu material geosintetik. Geomat berbentuk anyaman atau matras tiga dimensi yang ringan, berpori, dan dirancang untuk melindungi permukaan tanah. Fungsinya tidak sekadar menahan partikel tanah dari hempasan air hujan, tetapi juga memberikan media bagi benih tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Pada tahap awal setelah lereng selesai dibentuk, geomat bekerja sebagai lapisan pelindung. Air hujan yang jatuh tidak langsung menghantam tanah, sehingga mengurangi risiko pengikisan. Seiring waktu, benih yang ditaburkan di atas geomat akan berkecambah dan akar tanaman mulai menembus jaring. Akar inilah yang kemudian berfungsi mengikat tanah dan berpadu dengan geomat membentuk lapisan pelindung yang lebih kokoh dan alami. Keberadaan geomat di lereng Jalan Tol IKN Seksi 3A memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari perspektif lingkungan. Dengan teknologi ini, lereng jalan dapat segera stabil tanpa harus menggunakan metode betonisasi yang kaku dan tidak ramah ekosistem. Lereng yang ditutup dengan vegetasi hijau selain lebih kuat menahan erosi juga menghadirkan nilai estetika, sehingga perjalanan di jalan tol terasa lebih nyaman dan selaras dengan visi IKN sebagai kota yang mengedepankan konsep hijau dan berkelanjutan. Selain itu, penggunaan geomat juga menekan biaya perawatan jangka panjang karena vegetasi yang sudah tumbuh akan memperkuat tanah secara alami dan terus-menerus. Dengan demikian, pemanfaatan geomat pada lereng Jalan Tol IKN Seksi 3A dapat dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur modern dan pelestarian lingkungan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana inovasi geosintetik mampu menjawab tantangan alam, sekaligus mendukung pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":3892,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[20,29,1],"tags":[10,30,13,12,11],"class_list":["post-3894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-geomat","category-geomat-jaring-kawat","category-post","tag-geomat","tag-geomatjaringkawat","tag-geoteknikal","tag-jasakontraktor","tag-kontraktor"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng - Geolexa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng - Geolexa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A yang menghubungkan Karangjoang dengan KKT Kariangau sepanjang kurang lebih 9,3 kilometer menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Ibu Kota Nusantara. Jalan tol ini sangat penting karena memangkas waktu tempuh Balikpapan\u2013IKN dari sebelumnya dua hingga tiga jam menjadi hanya sekitar satu jam. Mengingat fungsinya sebagai jalur strategis, kualitas konstruksi sekaligus keberlanjutan lingkungan di sepanjang ruas tol ini sangat diperhatikan. Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan jalan tol di wilayah perbukitan adalah potensi erosi pada lereng. Lereng hasil pemotongan tanah untuk badan jalan biasanya memiliki permukaan yang rentan longsor, apalagi dengan curah hujan tinggi di Kalimantan Timur. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakanlah geomat sebagai salah satu material geosintetik. Geomat berbentuk anyaman atau matras tiga dimensi yang ringan, berpori, dan dirancang untuk melindungi permukaan tanah. Fungsinya tidak sekadar menahan partikel tanah dari hempasan air hujan, tetapi juga memberikan media bagi benih tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Pada tahap awal setelah lereng selesai dibentuk, geomat bekerja sebagai lapisan pelindung. Air hujan yang jatuh tidak langsung menghantam tanah, sehingga mengurangi risiko pengikisan. Seiring waktu, benih yang ditaburkan di atas geomat akan berkecambah dan akar tanaman mulai menembus jaring. Akar inilah yang kemudian berfungsi mengikat tanah dan berpadu dengan geomat membentuk lapisan pelindung yang lebih kokoh dan alami. Keberadaan geomat di lereng Jalan Tol IKN Seksi 3A memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari perspektif lingkungan. Dengan teknologi ini, lereng jalan dapat segera stabil tanpa harus menggunakan metode betonisasi yang kaku dan tidak ramah ekosistem. Lereng yang ditutup dengan vegetasi hijau selain lebih kuat menahan erosi juga menghadirkan nilai estetika, sehingga perjalanan di jalan tol terasa lebih nyaman dan selaras dengan visi IKN sebagai kota yang mengedepankan konsep hijau dan berkelanjutan. Selain itu, penggunaan geomat juga menekan biaya perawatan jangka panjang karena vegetasi yang sudah tumbuh akan memperkuat tanah secara alami dan terus-menerus. Dengan demikian, pemanfaatan geomat pada lereng Jalan Tol IKN Seksi 3A dapat dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur modern dan pelestarian lingkungan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana inovasi geosintetik mampu menjawab tantangan alam, sekaligus mendukung pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Geolexa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-01T06:31:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-01T06:31:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1290\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"898\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin admin\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f\"},\"headline\":\"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng\",\"datePublished\":\"2025-09-01T06:31:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-01T06:31:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/\"},\"wordCount\":363,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg\",\"keywords\":[\"#geomat\",\"#geomatjaringkawat\",\"#geoteknikal\",\"#jasakontraktor\",\"#kontraktor\"],\"articleSection\":[\"Geomat\",\"Geomat Jaring Kawat\",\"Post\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/\",\"name\":\"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng - Geolexa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-09-01T06:31:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-01T06:31:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg\",\"width\":1290,\"height\":898},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/geolexa.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/\",\"name\":\"https:\/\/geolexa.com\/\",\"description\":\"Your Trusted Partner in Geotechnical Solution\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/geolexa.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#organization\",\"name\":\"PT. Geolexa Acuan Sejahtera\",\"alternateName\":\"Geolexa\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png\",\"width\":261,\"height\":78,\"caption\":\"PT. Geolexa Acuan Sejahtera\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f\",\"name\":\"admin admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin admin\"},\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/id\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng - Geolexa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng - Geolexa","og_description":"Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A yang menghubungkan Karangjoang dengan KKT Kariangau sepanjang kurang lebih 9,3 kilometer menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Ibu Kota Nusantara. Jalan tol ini sangat penting karena memangkas waktu tempuh Balikpapan\u2013IKN dari sebelumnya dua hingga tiga jam menjadi hanya sekitar satu jam. Mengingat fungsinya sebagai jalur strategis, kualitas konstruksi sekaligus keberlanjutan lingkungan di sepanjang ruas tol ini sangat diperhatikan. Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan jalan tol di wilayah perbukitan adalah potensi erosi pada lereng. Lereng hasil pemotongan tanah untuk badan jalan biasanya memiliki permukaan yang rentan longsor, apalagi dengan curah hujan tinggi di Kalimantan Timur. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakanlah geomat sebagai salah satu material geosintetik. Geomat berbentuk anyaman atau matras tiga dimensi yang ringan, berpori, dan dirancang untuk melindungi permukaan tanah. Fungsinya tidak sekadar menahan partikel tanah dari hempasan air hujan, tetapi juga memberikan media bagi benih tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Pada tahap awal setelah lereng selesai dibentuk, geomat bekerja sebagai lapisan pelindung. Air hujan yang jatuh tidak langsung menghantam tanah, sehingga mengurangi risiko pengikisan. Seiring waktu, benih yang ditaburkan di atas geomat akan berkecambah dan akar tanaman mulai menembus jaring. Akar inilah yang kemudian berfungsi mengikat tanah dan berpadu dengan geomat membentuk lapisan pelindung yang lebih kokoh dan alami. Keberadaan geomat di lereng Jalan Tol IKN Seksi 3A memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari perspektif lingkungan. Dengan teknologi ini, lereng jalan dapat segera stabil tanpa harus menggunakan metode betonisasi yang kaku dan tidak ramah ekosistem. Lereng yang ditutup dengan vegetasi hijau selain lebih kuat menahan erosi juga menghadirkan nilai estetika, sehingga perjalanan di jalan tol terasa lebih nyaman dan selaras dengan visi IKN sebagai kota yang mengedepankan konsep hijau dan berkelanjutan. Selain itu, penggunaan geomat juga menekan biaya perawatan jangka panjang karena vegetasi yang sudah tumbuh akan memperkuat tanah secara alami dan terus-menerus. Dengan demikian, pemanfaatan geomat pada lereng Jalan Tol IKN Seksi 3A dapat dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur modern dan pelestarian lingkungan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana inovasi geosintetik mampu menjawab tantangan alam, sekaligus mendukung pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.","og_url":"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/","og_site_name":"Geolexa","article_published_time":"2025-09-01T06:31:16+00:00","article_modified_time":"2025-09-01T06:31:17+00:00","og_image":[{"width":1290,"height":898,"url":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/"},"author":{"name":"admin admin","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f"},"headline":"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng","datePublished":"2025-09-01T06:31:16+00:00","dateModified":"2025-09-01T06:31:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/"},"wordCount":363,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg","keywords":["#geomat","#geomatjaringkawat","#geoteknikal","#jasakontraktor","#kontraktor"],"articleSection":["Geomat","Geomat Jaring Kawat","Post"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/","url":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/","name":"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng - Geolexa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg","datePublished":"2025-09-01T06:31:16+00:00","dateModified":"2025-09-01T06:31:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#primaryimage","url":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg","contentUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-01-at-11.58.03.jpeg","width":1290,"height":898},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/09\/pembangunan-jalan-tol-ikn-3a-terapkan-geomat-untuk-stabilitas-lereng\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/geolexa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pembangunan Jalan Tol IKN 3A Terapkan Geomat untuk Stabilitas Lereng"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#website","url":"https:\/\/geolexa.com\/","name":"https:\/\/geolexa.com\/","description":"Your Trusted Partner in Geotechnical Solution","publisher":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/geolexa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#organization","name":"PT. Geolexa Acuan Sejahtera","alternateName":"Geolexa","url":"https:\/\/geolexa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png","contentUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png","width":261,"height":78,"caption":"PT. Geolexa Acuan Sejahtera"},"image":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f","name":"admin admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin admin"},"url":"https:\/\/geolexa.com\/id\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3895,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3894\/revisions\/3895"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}