{"id":3770,"date":"2025-07-27T16:20:20","date_gmt":"2025-07-27T16:20:20","guid":{"rendered":"https:\/\/geolexa.com\/?p=3770"},"modified":"2025-07-27T16:21:08","modified_gmt":"2025-07-27T16:21:08","slug":"penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/","title":{"rendered":"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat"},"content":{"rendered":"<p>Untuk menjaga stabilitas lereng dan mencegah longsor di area Bendungan Slinga, JawaTengah \u2014 menerapkan metode penguatan lereng menggunakan geomat yang dikombinasikan dengan penghijauan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Proses Pemasangan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-1 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"769\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-19-769x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3771\" style=\"width:405px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-19-769x1024.png 769w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-19-225x300.png 225w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-19-768x1022.png 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-19-9x12.png 9w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-19.png 816w\" sizes=\"(max-width: 769px) 100vw, 769px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"807\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.15.06-807x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3772\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.15.06-807x1024.png 807w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.15.06-236x300.png 236w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.15.06-768x974.png 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.15.06-9x12.png 9w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.15.06.png 856w\" sizes=\"(max-width: 807px) 100vw, 807px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<p>ahapan dimulai dengan membersihkan lereng dari batu dan vegetasi liar. Setelah itu, lereng dipadatkan dan geomat dibentangkan mengikuti kontur tanah. Jaring ini kemudian dipasang menggunakan pasak agar kuat menempel dan tidak bergeser.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-2 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"766\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-20-766x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3773\" style=\"width:416px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-20-766x1024.png 766w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-20-224x300.png 224w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-20-768x1027.png 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-20-9x12.png 9w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-20.png 836w\" sizes=\"(max-width: 766px) 100vw, 766px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"766\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.16.52-766x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3774\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.16.52-766x1024.png 766w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.16.52-224x300.png 224w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.16.52-768x1027.png 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.16.52-9x12.png 9w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Tangkapan-Layar-2025-07-27-pukul-23.16.52.png 836w\" sizes=\"(max-width: 766px) 100vw, 766px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Penanaman vegetasi dengan cara metode Taplok di lakukan, Taplok adalah metode penanaman dengan menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa, dan perekat, kemudian dibuat menjadi adonan templok yang akan dipasang pada permukaan lereng. Biasa mengaplikasikannya secara manual dalam bentuk mulsa ke permukaan lereng.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1011\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-21-1024x1011.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3775\" style=\"width:649px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-21-1024x1011.png 1024w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-21-300x296.png 300w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-21-768x758.png 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-21-12x12.png 12w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-21.png 1278w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><strong>Tujuan Proyek<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Proyek ini bertujuan untuk mencegah erosi, menjaga kestabilan lereng, dan memperpanjang umur infrastruktur bendungan. Selain itu, penghijauan juga membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi sedimentasi ke dalam waduk. Dengan metode ini, aliran permukaan air dapat dikurangi, dan tanah menjadi lebih kuat terhadap ancaman longsor saat musim hujan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"661\" src=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22-1024x661.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3776\" style=\"width:743px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22-1024x661.png 1024w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22-300x194.png 300w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22-768x496.png 768w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22-1536x992.png 1536w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22-18x12.png 18w, https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22.png 1608w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Strategi penguatan lereng menggunakan geomat dan penghijauan terbukti efektif, ramah lingkungan, dan efisien. Penerapan ini tidak hanya memperkuat struktur bendungan, tetapi juga menciptakan kawasan hijau yang bermanfaat secara ekologis. Bendungan Slinga kini menjadi contoh penerapan teknik perlindungan lereng berbasis alam yang dapat ditiru di wilayah lain.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk menjaga stabilitas lereng dan mencegah longsor di area Bendungan Slinga, JawaTengah \u2014 menerapkan metode penguatan lereng menggunakan geomat yang dikombinasikan dengan penghijauan. Proses Pemasangan ahapan dimulai dengan membersihkan lereng dari batu dan vegetasi liar. Setelah itu, lereng dipadatkan dan geomat dibentangkan mengikuti kontur tanah. Jaring ini kemudian dipasang menggunakan pasak agar kuat menempel dan tidak bergeser. Penanaman vegetasi dengan cara metode Taplok di lakukan, Taplok adalah metode penanaman dengan menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa, dan perekat, kemudian dibuat menjadi adonan templok yang akan dipasang pada permukaan lereng. Biasa mengaplikasikannya secara manual dalam bentuk mulsa ke permukaan lereng. Tujuan Proyek Proyek ini bertujuan untuk mencegah erosi, menjaga kestabilan lereng, dan memperpanjang umur infrastruktur bendungan. Selain itu, penghijauan juga membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi sedimentasi ke dalam waduk. Dengan metode ini, aliran permukaan air dapat dikurangi, dan tanah menjadi lebih kuat terhadap ancaman longsor saat musim hujan. Strategi penguatan lereng menggunakan geomat dan penghijauan terbukti efektif, ramah lingkungan, dan efisien. Penerapan ini tidak hanya memperkuat struktur bendungan, tetapi juga menciptakan kawasan hijau yang bermanfaat secara ekologis. Bendungan Slinga kini menjadi contoh penerapan teknik perlindungan lereng berbasis alam yang dapat ditiru di wilayah lain.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":3776,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-post"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat - Geolexa<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat - Geolexa\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Untuk menjaga stabilitas lereng dan mencegah longsor di area Bendungan Slinga, JawaTengah \u2014 menerapkan metode penguatan lereng menggunakan geomat yang dikombinasikan dengan penghijauan. Proses Pemasangan ahapan dimulai dengan membersihkan lereng dari batu dan vegetasi liar. Setelah itu, lereng dipadatkan dan geomat dibentangkan mengikuti kontur tanah. Jaring ini kemudian dipasang menggunakan pasak agar kuat menempel dan tidak bergeser. Penanaman vegetasi dengan cara metode Taplok di lakukan, Taplok adalah metode penanaman dengan menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa, dan perekat, kemudian dibuat menjadi adonan templok yang akan dipasang pada permukaan lereng. Biasa mengaplikasikannya secara manual dalam bentuk mulsa ke permukaan lereng. Tujuan Proyek Proyek ini bertujuan untuk mencegah erosi, menjaga kestabilan lereng, dan memperpanjang umur infrastruktur bendungan. Selain itu, penghijauan juga membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi sedimentasi ke dalam waduk. Dengan metode ini, aliran permukaan air dapat dikurangi, dan tanah menjadi lebih kuat terhadap ancaman longsor saat musim hujan. Strategi penguatan lereng menggunakan geomat dan penghijauan terbukti efektif, ramah lingkungan, dan efisien. Penerapan ini tidak hanya memperkuat struktur bendungan, tetapi juga menciptakan kawasan hijau yang bermanfaat secara ekologis. Bendungan Slinga kini menjadi contoh penerapan teknik perlindungan lereng berbasis alam yang dapat ditiru di wilayah lain.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Geolexa\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-27T16:20:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-27T16:21:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22-1024x661.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"661\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin admin\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f\"},\"headline\":\"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat\",\"datePublished\":\"2025-07-27T16:20:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-27T16:21:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/\"},\"wordCount\":202,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22.png\",\"articleSection\":[\"Post\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/\",\"name\":\"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat - Geolexa\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22.png\",\"datePublished\":\"2025-07-27T16:20:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-27T16:21:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22.png\",\"width\":1608,\"height\":1038},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/geolexa.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/\",\"name\":\"https:\/\/geolexa.com\/\",\"description\":\"Your Trusted Partner in Geotechnical Solution\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/geolexa.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#organization\",\"name\":\"PT. Geolexa Acuan Sejahtera\",\"alternateName\":\"Geolexa\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png\",\"width\":261,\"height\":78,\"caption\":\"PT. Geolexa Acuan Sejahtera\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f\",\"name\":\"admin admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin admin\"},\"url\":\"https:\/\/geolexa.com\/id\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat - Geolexa","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat - Geolexa","og_description":"Untuk menjaga stabilitas lereng dan mencegah longsor di area Bendungan Slinga, JawaTengah \u2014 menerapkan metode penguatan lereng menggunakan geomat yang dikombinasikan dengan penghijauan. Proses Pemasangan ahapan dimulai dengan membersihkan lereng dari batu dan vegetasi liar. Setelah itu, lereng dipadatkan dan geomat dibentangkan mengikuti kontur tanah. Jaring ini kemudian dipasang menggunakan pasak agar kuat menempel dan tidak bergeser. Penanaman vegetasi dengan cara metode Taplok di lakukan, Taplok adalah metode penanaman dengan menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa, dan perekat, kemudian dibuat menjadi adonan templok yang akan dipasang pada permukaan lereng. Biasa mengaplikasikannya secara manual dalam bentuk mulsa ke permukaan lereng. Tujuan Proyek Proyek ini bertujuan untuk mencegah erosi, menjaga kestabilan lereng, dan memperpanjang umur infrastruktur bendungan. Selain itu, penghijauan juga membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi sedimentasi ke dalam waduk. Dengan metode ini, aliran permukaan air dapat dikurangi, dan tanah menjadi lebih kuat terhadap ancaman longsor saat musim hujan. Strategi penguatan lereng menggunakan geomat dan penghijauan terbukti efektif, ramah lingkungan, dan efisien. Penerapan ini tidak hanya memperkuat struktur bendungan, tetapi juga menciptakan kawasan hijau yang bermanfaat secara ekologis. Bendungan Slinga kini menjadi contoh penerapan teknik perlindungan lereng berbasis alam yang dapat ditiru di wilayah lain.","og_url":"https:\/\/geolexa.com\/id\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/","og_site_name":"Geolexa","article_published_time":"2025-07-27T16:20:20+00:00","article_modified_time":"2025-07-27T16:21:08+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":661,"url":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22-1024x661.png","type":"image\/png"}],"author":"admin admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/"},"author":{"name":"admin admin","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f"},"headline":"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat","datePublished":"2025-07-27T16:20:20+00:00","dateModified":"2025-07-27T16:21:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/"},"wordCount":202,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22.png","articleSection":["Post"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/","url":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/","name":"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat - Geolexa","isPartOf":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22.png","datePublished":"2025-07-27T16:20:20+00:00","dateModified":"2025-07-27T16:21:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#primaryimage","url":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22.png","contentUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/image-22.png","width":1608,"height":1038},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/geolexa.com\/2025\/07\/penguatan-lereng-bendungan-slinga-melalui-strategi-penghijauan-menggunakan-geomat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/geolexa.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#website","url":"https:\/\/geolexa.com\/","name":"https:\/\/geolexa.com\/","description":"Your Trusted Partner in Geotechnical Solution","publisher":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/geolexa.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#organization","name":"PT. Geolexa Acuan Sejahtera","alternateName":"Geolexa","url":"https:\/\/geolexa.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png","contentUrl":"https:\/\/geolexa.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Header-01-1.png","width":261,"height":78,"caption":"PT. Geolexa Acuan Sejahtera"},"image":{"@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/3063de73085867ee19a7d7a09215e94f","name":"admin admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/geolexa.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a3eb499800a5f2da12d18469b7856709?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin admin"},"url":"https:\/\/geolexa.com\/id\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3770"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3777,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3770\/revisions\/3777"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/geolexa.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}