Penguatan Lereng Bendungan Slinga melalui Strategi Penghijauan menggunakan Geomat

Untuk menjaga stabilitas lereng dan mencegah longsor di area Bendungan Slinga, JawaTengah — menerapkan metode penguatan lereng menggunakan geomat yang dikombinasikan dengan penghijauan.

Proses Pemasangan

ahapan dimulai dengan membersihkan lereng dari batu dan vegetasi liar. Setelah itu, lereng dipadatkan dan geomat dibentangkan mengikuti kontur tanah. Jaring ini kemudian dipasang menggunakan pasak agar kuat menempel dan tidak bergeser.

Penanaman vegetasi dengan cara metode Taplok di lakukan, Taplok adalah metode penanaman dengan menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa, dan perekat, kemudian dibuat menjadi adonan templok yang akan dipasang pada permukaan lereng. Biasa mengaplikasikannya secara manual dalam bentuk mulsa ke permukaan lereng.

Tujuan Proyek

Proyek ini bertujuan untuk mencegah erosi, menjaga kestabilan lereng, dan memperpanjang umur infrastruktur bendungan. Selain itu, penghijauan juga membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi sedimentasi ke dalam waduk. Dengan metode ini, aliran permukaan air dapat dikurangi, dan tanah menjadi lebih kuat terhadap ancaman longsor saat musim hujan.

Strategi penguatan lereng menggunakan geomat dan penghijauan terbukti efektif, ramah lingkungan, dan efisien. Penerapan ini tidak hanya memperkuat struktur bendungan, tetapi juga menciptakan kawasan hijau yang bermanfaat secara ekologis. Bendungan Slinga kini menjadi contoh penerapan teknik perlindungan lereng berbasis alam yang dapat ditiru di wilayah lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *